Eccedentesiast
Apa kau memang seperti itu ? seperti lebah yang hanya hinggap ketika ia butuh, hanya datang lalu langsung pergi seperti kilat yang menyalak-nyalak, seperti suara yang hanya bergema di dalam ruangan kosong, seperti fatamorgana yang selalu membohongi ?. Ya, kau memang seperti itu. Tapi aku korbannya. Aku korban disetiap hadir mu, dan aku juga korban di setiap pergi mu. Aku muak. Sangat muak!. Ketika kau selalu berkata “Ini akan indah jika kita bersama”. Sebenarnya aku tahu, kalau itu hanya omong kosong belaka. Kita selalu bersama, tapi kau tak pernah anggap aku ada. Seperti sayur bergula yang tak terasa manis. Rasanya sesak, sampai paru-paruku harus bekerja lebih berat. Nafasku ngos-ngosan ketika aku berusaha merasakan secuil keindahan yang semoga saja bisa aku dapatkan ketika aku bersamamamu. Kau tau, aku selalu berusaha melakukan yang terbaik. Menjadi pribadi paling manis yang aku bisa. Namun apa!. Sepertinya kau tetap tak suka aku. Tak peduli kalau ada aku. Apa aku ha...